Like

Cari Blog Ini

Renungan Bersama

"Sekiranya kamu ingin melihat masa depan sesuatu bangsa, Maka lihatlah generasi mudanya... "

- Imam Al-Ghazali -

Memaparkan catatan dengan label Ajaran Sesat. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Ajaran Sesat. Papar semua catatan

Jumaat, 18 Februari 2011

Pemerintah Indonesia Belum Putuskan Nasib Ahmadiyah

JAKARTA--MICOM: Pemerintah belum mampu memutuskan nasib Ahmadiyah.
 
Mereka masih perlu waktu untuk mengevaluasi Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri.

Hal itu dikemukakan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi. Ia menyatakan pertemuan terakhir dengan presiden membahas Ahmadiyah belum menghasilkan keputusan.

Pertemuan ini dilakukan sebelum Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan kunjungan ke Palu awal Februari lalu.

"Sebelum kunjungan presiden ke Palu, beliau menyatakan untuk memanfaatkan kewenangan yang dimiliki oleh masing-masing kementerian untuk menyelesaikan masalah ini. Tapi, kewenangan ini harus dibicarakan untuk mencari titik temu," ujarnya usai melakukan kunjungan ke Mamuju, Sulawesi Selatan, Jumat (18/2).

Ia menyatakan Kementerian Dalam Negeri sudah melakukan pertemuan dengan Front Pembela Islam untuk meminta pendapat mereka. Kementerian Agama pun sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan tokoh agama.

Menurutnya, pertemuan titik temu ini tidak mudah. Karena, terdapat dua pihak yang bertentangan mengenai Ahmadiyah.

Memang terdapat beberapa alternatif penyelesaian, yakni meminta ahmadiyah untuk berdiri sebagai agama di luar Islam, membubarkan Ahmadiyah, atau tetap mengakui Ahmadiyah sebagai Islam.

"Kalau salah satu dipilih, pasti ada pihak yang tidak puas. Makanya, kami masih ingin mencari yang terbaik," jelasnya.

Ia mengungkapkan SKB tiga menteri No 3 Tahun 2008 No  KEP-033/A/JA/6/2008 dan No 19 Tahun 2008 yang mengatur tentang Ahmadiyah belum tentu tidak efektif. Menurutnya, masih perlu evaluasi atas aplikasi SKB ini.

"Apakah sudah dilaksanakan dan diawasi atau belum. jangan langsung diambil kesimpulan," tegasnya. (AO/OL-11)

Ajaran Islam Moga Mulai Resahkan Warga Padang

Penulis : Yose Hendra

PADANG--MICOM: Tarekat Naqsyabandiyah menilai ajaran Islam Moga yang berkembang di Kota Payakumbuh dan Kabupaten 50 Kota, Sumatra Barat telah menyimpang terutama amalan dalam tareqat. Jika dibiarkan, ajaran ini bisa memicu menjadi konflik horizontal.
"Mereka bukan anggota tarekat Naqsyabandiyah karena iman dan amalan sudah jauh berbeda," ungkap Syafri Malin Mudo, seorang Mursyid Tareqat Naqsyabandiyah di Padang, (17/2).
Dalam seminggu ini, Syafri yang akrab dipanggil Buya mengaku melakukan penelusuran atas keberadaan dan ajaran Islam Moga misalnya hidup berlebih-lebihan. "Padahal dalam Islam makan tidak boleh berlebih-lebihan. Makanlah dan minumlah tapi jangan berlebih-lebihan. Dan itu dijalankan oleh tarekat kami," imbuhnya.
Untuk itu, Buya menyarankan pemerintah terutama MUI Sumbar mengambil sikap tegas soal keberadaan ajaran ini.
MUI Sumbar sendiri telah menegaskan  aliran ini sesat. "Hasil kajian yang dilakukan MUI, aliran Islam Moga ini sesat. Hal ini telah diajukan ke rapat Pakem (pengkaji aliran kemasyarakatan) daerah setempat,"  kata Guslizar Gazahar Ketua Bidang Fatwa MUI Sumbar.

Ajaran Islam Moga dikembangkan oleh Ustaz Nasir di Kelurahan Padang Tangah Payobada, Kota Payakumbuh dan beberapa nagari di Kabupaten 50 Kota. Pertama kali ajaran ini berkembang di Batam oleh seorang yang bernama Dermoga sehingga ajaran ini dinamakan Islam Moga.
Dalam seminggu ini, keberadaan ajaran ini menjadi pembicaran hangat di Kota Payakumbuh dan Kabupaten 50 Kota. Bahkan dua hari yang lalu, warga sekitar mendatangi kediaman Ustaz Nasir menanyakan perihal ajarannya.
Para pengikut Islam Moga bersikeras mereka adalah bagian dari Tareqat Naqsyabandiyah Al- Qhalidiyah. Namun, pengakuan para pengikut ajaran tersebut, dibantah oleh pengurus Tareqat Naqsyabandiyah Sumbar.

MASALAH KAMPUNG KITA - Siapa yang patut dipersalahkan

TV Al-Quran

TvQuran

Catatan Popular